MediaSuaraMabes, Bandung Barat – Forum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Jawa Barat menerima pengaduan dari sejumlah elemen masyarakat terkait dugaan penyerobotan dan aktivitas pengurugan tanah di kawasan bantaran Saguling yang disebut-sebut merupakan lahan milik Indonesia Power.
Pengaduan tersebut berkaitan dengan kegiatan proyek pengembangan oleh PT Bela Putra Intelen yang berlangsung di wilayah Kampung Sodong Jumleng, Desa Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, pada 26 April 2026.
Sejumlah perwakilan Ormas dan LSM yang tergabung dalam Forum Ormas Jabar menyampaikan bahwa aktivitas pengurugan diduga dilakukan di area yang termasuk dalam kawasan pengamanan bantaran Saguling. Mereka juga menyoroti adanya patok bertuliskan peringatan “tanah negara” yang disebut mengalami kerusakan.
“Kami menerima laporan bahwa terdapat kegiatan pengurugan yang diduga masuk ke area lahan milik Indonesia Power. Bahkan, patok bertanda larangan dirusak juga dilaporkan tidak lagi utuh,” ujar salah satu perwakilan Forum Ormas Jabar.
Selain dugaan penyerobotan lahan, Forum Ormas Jabar juga mengkhawatirkan dampak lingkungan dari aktivitas tersebut. Pengurugan tanah dalam jumlah besar dinilai berpotensi menyebabkan sedimentasi atau pendangkalan di aliran Sungai Saguling apabila material terbawa arus air.
“Jika tanah urugan masuk ke bantaran sungai, ini bisa memicu pendangkalan dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan,” tambahnya.
Forum Ormas Jabar juga mempertanyakan peran pengawasan dari pihak terkait, khususnya pengelola kawasan. Hingga saat ini, mereka menilai belum terlihat adanya langkah konkret di lapangan berupa peninjauan, teguran, maupun tindakan pencegahan.
Atas dasar itu, Forum Ormas Jabar menyatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas-dinas terkait di Kabupaten Bandung Barat guna meminta klarifikasi dan penanganan atas persoalan tersebut.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar persoalan ini mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegas perwakilan forum.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Indonesia Power maupun PT Bela Putra Intelen belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
(Sudirman)